h1

Hargai Apa yang Kita Miliki

April 2, 2010

pernah kan mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang di lahirkan dalam kondisi buta dan tuli. karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. nah, dalam kondisi seperti itulah Helen kehler di lahirkan.
tidak ada seorang pun dari kita yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. seandainya Helen Kehler di beri pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.Namun siapa sangka,dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.
ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu termat sulit di lakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah di ucapkan Helen Kehler:
“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.

h1

mulailah siap dengan kritikan

April 2, 2010

Kritik Anda adalah Kue Anda
Ditulis oleh: Anne Ahira

sobat

“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan.”
— Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond ‘Die Another Day’ di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ni didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film ‘Cat Woman’.Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.Sambutannya sungguh menarik : “Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa… ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan’.”
Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.Nah, sekarang, apa arti kritik bagiAnda? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga,atau… simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?
Kritik memiliki banyak bentuk…
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik.:-)
Baca entri selengkapnya »

h1

ibarat matahari.

Maret 29, 2010

di mulai pagi dengan terbuka nya tabir pembuka hidup, matahari tetap setia masih bersama janji pengabdian nya kepada manusia walaupun terkadang kita lupa kepada yang telah memberi sinar terang sebagai penunjuk mimpi-mimpi kita kelak. pagi identik di mulai nya kehidupan manusia di dunia setelah sekian lama di berikan kebebesan oleh tuhan untuk tidak berbuat apapun bahkan untuk sekedar mengingatnya, alam tidur alam di mana manusia bebas untuk menyombong kan dirinya alam di mana manusia bebas berbuat sesuka nya, waktu itulah waktu senjang bagi kita untuk bebas sebebasnya, matahari bekerja menghangatkan bumi kala itu juga kita harus bangun tuk bekerja berbakti kepada manusia ke sesama manusia.
huh …tak terasa bagaikan matahari kian menengah kian berterik, ibarat hidup kian menua kian membungkuk. selamat lah bagi mereka yang dapat menjadi kan matahari sebagai pedoman hidup. sabar .. iklas, karena memang begitu takdir yang sudah di sempurnakan ALLAH sang pencipta kepada dia. begitu pula dalam perjalanan kita butuh kesabaran butuh keiklasan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. di balik keperkasan matahari adakalanya juga di jatuh di kala malam tiba di situlah keangkuhannya hilang ibarat manusia adakalanya semua yang di bangakan akan jatuh karena itulah sang pencipta menciptakan manusia lengkap dengan ilmu yang harus kita pelajari di semua penciptaan nya yang maha kuasa…
SUBHANALLAH …..

h1

ladang teroris yang sangat strategis di aceh.

Maret 6, 2010

berita tentang di temukan komplotan yang di sinyalir teroris di jantho ibukota aceh besar, seakan menjadi polimik di masyarakat yang beranggapan aceh kembali dalam siaga. setelah sekian lama mengenyam damai yang harmonis tampa kekhawatiran akan adanya baku tembak seperti yang terjadi pasca komflik dulu,jelas nya issue ini akan menjadi kekhawatiran yang amat sangat dalam masyarakat pada umumnya. beberapa episode yang sudah di jalani tentunya sudah menjadi cerita yang di harapkan kedepannya akan indah tampa ada lagi masyarakat yang menjadi korban seperti yang pernah di alami sebelumnya.
aceh yang sangat srategis dengan pegunungan dan batas laut yang sangat strategis untuk sebagian kelompok menginjar Aceh ini untuk hal tertentu, mungkin akan tidak mungkin masyarakat luas beranggapan bahwa aceh yang baru kondusif ini akan menjadi incaran orang orang yang tidak bertanggung jawab. landasan syariat islam mungkin salah satu agenda menarik untuk menjadi kan aceh ini lahan teroris bukan berarti penulis beranggapan bahwa teroris adalah manusia buruk rupa yang melandaskan agama sebagai tujuan nya tapi dengan bukti yang ditemukan baik secara opini dan fakta menunjukkan sebagian yang di tangkap adalah jamaah yang mengaris bawahi dirinya sebagai islam. Baca entri selengkapnya »

h1

ruang publik yang terdiskrimasi.

Maret 3, 2010

jika ruang publik adalah gambaran dari jiwa warga kota, maka gambaran itu adalah keterasingan dan diskriminasi. Jelajahilah ruang-ruang publik di kota kita dan rasakanlah sekat-sekat yang akan memerangkap kita dalam kelas-kelas sosial. Sekat yang akan mengasingkan diri dengan kemanusiaan kita sendiri.

Mari telusuri keberadaan ruang-ruang publik di kota-kota kita, khususnya di Jakarta. Kita bisa memulai dari ruang publik di sekitar rumah. Kompleks perumahan telah mendesak kampung yang egaliter. Bahkan, kini muncul konsep kluster; perumahan di dalam perumahan. Artinya, penyekatan semakin mengecil.

Bahkan, sekalipun tinggal di dalam kluster, banyak orangtua yang tak mengizinkan anak-anak mereka keluar rumah. Menyebabkan anak menjadi tahanan rumah. Dunia anak dan mungkin juga orangtuanya menjadi hanya sebatas pagar rumah masing-masing. Satu-satunya kesempatan mengenal masyarakat dari kelas sosial berbeda adalah melalui interaksi dengan pembantu di rumahnya. Interaksi yang tak setara karena berdasar logika majikan dan buruh.

Dari ruang rumah yang memenjara, mari kita tengok ke sekolah. Ruang tempat tumbuh anak-anak kita itu jelas semakin elitis dan mengkotak-kotakkan. Munculnya sekolah mahal jelas hanya bisa menampung anak-anak orang berpunya (the have) dan menyisihkan anak-anak miskin (the have not) dalam ruang sekolahnya sendiri; sekolah negeri atau swasta murahan yang—biasanya—tak dikelola dengan baik.
Baca entri selengkapnya »

h1

Nasrudin, Bapak Lele Sangkuriang

Februari 28, 2010

Kecebong, anak kodok, muncul di kolam, membuat Nasrudin gembira karena dia mengira kecebong itu anak ikan lele. Kegembiraannya itu sirna dan dia tersipu malu ketika diberi tahu bahwa yang dikira anak ikan lele itu adalah kecebong. Kodok betina yang masuk ke kolam tanpa diketahui, bertelur dan menetas bersama dua indukan ikan lele betina dan seekor jantan.

Itu pengalaman pertama Nasrudin (61) sejak delapan tahun lalu saat belajar beternak ikan lele.

”Kecebong disangka anak lele. Ngerakeun pisan (sangat memalukan),” kata Nasrudin, menuturkan awal usahanya menjadi peternak ikan lele delapan tahun lalu, di Saung Pertemuan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Jaya Sentosa, awal November lalu. Saung itu berdiri di tepi puluhan kolam ikan lele yang terbuat dari terpal dan tembok di lahan seluas 12.000 meter persegi di Kampung Sukabirus, Desa Gadog, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kini, dia tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor berkat lele sangkuriang yang mulai dikembangbiakkan pada 2001. Dia mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar 100.000 lele sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Nama sangkuriang yang diberikan itu memang diambil dari legenda Tanah Pasundan untuk menandakan lokasi asal pembiakan lele jenis tersebut.
Baca entri selengkapnya »

h1

Albert Porsiana, Tiap Bulan Butuh 160 Sapi

Februari 27, 2010


sungguh tak dinyana, peristiwa pahit pemecatan Albert Porsiana (48) sebagai Direktur Hotel Marina Kupang justru menjadi momentum awal kesuksesannya di bidang agroindustri peternakan Nusa Tenggara Timur.

Albert, yang telah memimpin roda manajemen Hotel Marina sekitar empat tahun, akhirnya harus dipecat tahun 1994 karena dianggap tak mampu membawa hotel milik keluarga itu mencapai puncak kemajuan.

”Hotel itu merupakan perusahaan keluarga milik orangtua. Karena saat itu ada konflik keluarga, saya akhirnya harus menerima pemecatan sebagai direktur,” kata Albert.

Anak bungsu dari delapan bersaudara pasangan C Porsiana dan Ny C Chamberlain itu terpaksa merintis lagi kariernya dari nol. Beruntung, pada masa awal yang amat sulit Albert didampingi istri tercinta sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. Dengan demikian, keuangan rumah tangganya masih dapat tertolong.

Albert juga tidak putus asa. Dia bersyukur atas jiwa kewirausahaan yang ditanamkan dalam keluarga besarnya sehingga semangatnya tidak surut untuk mencari terobosan bisnis. Dia lalu melakukan survei terhadap dua bidang usaha yang dinilainya prospektif, yakni bambu untuk pembuatan tusuk gigi dan daging sapi. Di kawasan NTT ketika itu bambu tumbuh subur dan seperti di daratan Timor lainnya, tiap tahun tanaman bambu banyak yang dibakar. Ini tentu sangat disayangkan, tetapi bisnis pembuatan tusuk gigi membutuhkan investasi besar.

”Bagi saya, untuk menggeluti satu usaha harus dikuasai dulu ilmunya, baru bisa diterapkan. Saya mulai mendalami usaha bambu ataupun daging sapi lewat buku-buku. Ternyata, untuk bisnis daging sapi, modalnya tidak terlalu besar. Dari satu sapi mulai dari daging, kulit, tulang, lemak, dan isi perutnya bisa menjadi uang. Akhirnya saya memilih bisnis daging sapi,” kata bapak tiga anak itu.
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.